Edukasi Manajemen Risiko Terintegrasi sebagai Upaya Penunjang Tata Kelola Rumah Sakit pada Mahasiswa Administrasi Rumah Sakit STIKes Yogyakarta
Abstract
Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah rumah sakit di Indonesia pada tahun 2023 adalah 3.155 unit. Angka tersebut meningkat di tahun 2024 menjadi 3.168 unit. Peningkatan jumlah rumah sakit tersebut menunjukkan angka yang signifikan. Pelayanan yang berkualitas diperoleh dari beberapa aspek. Aspek tersebut diantaranya meliputi aspek keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Aspek tersebut menjadi perhatian khusus sebagai langkah untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko dan cedera yang tidak diinginkan bagi pasien dan tenaga medis yang terlibat (Fanny & Soviani, 2020). Sebagai langkah untuk menjaga kelancaran dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit, rumah sakit perlu menerapkan manajemen risiko. Manajemen risiko merupakan suatu proses terkait mengevaluasi, mengendalikan, dan meminimalkan terjadinya risiko secara menyeluruh. Selain itu tidak hanya tenaga kesehatan yang memahami terkait dengan manajemen risiko, bagian pendidikanpun juga harus memberikan edukasi terkait manajemen risiko khususnya bagi mahasiswa program studi Administrasi Rumah Sakit. Tujuannya mahasiswa mendapatkan edukasi manajemen risiko terintegrasi sebagai upaya penunjang tata kelola ruumah sakit dan mahasiswa mendapatkan kesiapan kerja yang lebih matang dan percaya diri. Metode yang digunakan adalah ceramah, studi kasus, simulasi, dan diskusi. Hasil dari pengabdian ini mahasiswa memperoleh nilai kuis dengan kategori sangat baik dengan jumlah 10 mahasiswa (33,3%), kategori baik dengan jumlah 18 mahasiswa (60%), dan kategori cukup dengan jumlah 2 mahasiswa (0,7%).