KUNJUNGAN ANTENATAL CARE BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING
PDF

How to Cite

Hutasoit, M., Utami, K., & Afriyliani, N. (2020). KUNJUNGAN ANTENATAL CARE BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI), 11(1), 38-47. https://doi.org/10.55426/jksi.v11i1.13

Abstract

Latar Belakang: Balita pendek atau stunting masih menjadi perhatian yang serius khususnya pada perawatan anak. Anak stunting bisa menyebabkan mudahnya terkena infeksi akibat ketahanan tubuh yang rendah serta gangguan konsentrasi belajar dan rendahnya prestasi akademik. Di Indonesia angka balita stunting diperkirakan satu dari tiga anak balita jumnlahnya sekitar 8,9 juta anak atau setara 30,2% pada tahun 2018. Stunting atau pendek terjadi akibat kurang gizi kronis yang sudah berlangsung lama. Kejadian stunting diyakini terjadi karena kondisi kekurangan gizi dalam rentang waktu yang lama dimulai sejak anak dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun (1000 hari pertama kehidupan). Terbatasnya akses antenatal care atau kurangnya kunjungan saat hamil dan kurangnya pengetahuan ibu menjadi factor penyabab stunting.
Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan antara kunjungan antenatal care dalam memeriksakan kehamilannya kepada petugas kesehatan dengan kejadian stunting di Kabupaten Kulon Progo.
Metode: Design penelitian dengan menggunakan cross sectional, data anak balita stunting diperoleh dari Puskesmas selanjutnya dilakukan home visit untuk dilakukan pengukuran antropometri, dan orangtua responden diminta untuk mengisis kuesioner tentang kunjungan Ante Natal Care. Responden pada penelitian ini sebanyak 100 anak balita usia 2-5 tahun yang mengalami stunting.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting diketahui dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Dengan keeratan hubungan sedang ditandai dengan nilai koefisien korelasi sebesar (r)=0,389.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting di Kabupaten Kulon Progo.
Saran: bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat meneliti fator-faktor lain selain factor kunjungan pada balita stunting.

https://doi.org/10.55426/jksi.v11i1.13
PDF